Tak lama berselang, terjadilah kebakaran hebat dari dalam Pertamina dan api menyambar ke luar tembok Pertamina yang mengenai rumah warga.
"Warga justru yang berinisiatif untuk memberikan tanda bahaya. Seharunya jika Pertamina benar-benar safety dan aware terhadap keselamatan kerja atau pun keselamatan warga sekitar, ada early warning sehinggga bisa memenimalisir korban berjatuhan," tegas dia.
Lebih lanjut, FKTMB sangat menyesalkan terdapat berbagai pihak yang secara sistematis justru menggiring opini seolah malah warga Tanah Merah yang menjadi "kambing hitam".
Musibah kebakaran yang menimpa warga ditarik-tarik ke persoalan politik kebencian terkait persoalan IMB atau pun persoalan kepemilikan lahan. Ibarat warga korban kebakaran sudah jatuh tertimpa tangga, masih dituduh penyerobot lahan .
"Jadi sekali lagi musibah ini murni adalah kelalaian pihak Pertamina dan jangan warga Tanah Merah dan warga korban yang dijadikan kambing hitam. Ibarat warga sudah jatuh tertimpa tangga," pungkasnya.
Selain itu, FKTMB meminta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk hadir untuk menyelesaikan dan memenuhi hak dasar masyarakat yg notabene warga DKI Jakarta.
"Untuk mendapatkan kebutuhan aksesibiltas masyarakat pelayanan air bersih,kepastian hukum, dan lainnya," tuturnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0