Sugiyanto, Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara. Foto: ist
Negeri ini punya emas, timah, dan permata,
Minyak, gas, tembaga, semuanya ada.
Namun masih banyak rakyat menderita, hidup tak sejahtera,
Kekayaan alam entah ke mana rimbanya.
(Reff)
Coba lihat China, kata Zhu Rongji,
koruptor dihukum tanpa kompromi.
“Siapkan 100 peti mati,” katanya,
“99 untuk koruptor, satu untuk saya.”
Sejak 1988, China bangkit jaya,
Tapi Reformasi di sini, apa hasilnya?
Reformasi katanya membawa perubahan,
Nyatanya korupsi tetap merajalela di semua lapisan.
Ini negeri milik siapa sebenarnya?
Segelintir orang kuasai tanah dan harta.
Ratusan hektar dan triliunan rupiah,
Dari mana asalnya? Siapa yang bisa menjawabnya?
Dulu tanah raja dan sultan diserahkan,
Untuk negara, demi rakyat sejahtera.
Tapi kini, rakyat hanya harus wajib bayar pajak,
Pembangunan bergantung pajak dan utang negara.
Seharusnya rakyat tak perlu membayar pajak,
Jika kekayaan negeri diolah dengan bijak.
Hasil bumi Nusantara melimpah luar biasa,
Cukup untuk membuat rakyat bahagia.
(Outro)
Enaknya, enaknya koruptor di Nusantara,
Hidup nyaman di balik tirai harta.
Namun suara rakyat takkan pernah padam,
Untuk keadilan, kita akan bantu negara kejar koruptor meski harus ke Antartika, kita terus berjuang
Semoga karya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan memberantas korupsi yang merugikan bangsa. Sejatinya saya membuat dalam bentuk puisi, tetapi saya lebih ingin menjadi sebuah lagu. Saya menantikan tanggapan serta saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan lagu ini.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0