Foto ilustrasi: DJK
“Jika produksi dalam negeri berkurang dan kita terpaksa mengimpor, namun pasokan barang tidak tersedia, ini akan sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi Indonesia," katanya mengingatkan.
Tak hanya sektor pertanian, program penguatan ekonomi desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga terancam terdampak. Dengan pemangkasan anggaran, banyak Bumdes yang berpotensi kehilangan pendampingan dan pembinaan. Banyak desa yang telah mulai mengembangkan sektor ekonomi mandiri seperti pengolahan sampah, minyak jelantah, hingga desa wisata.
Namun, tanpa dukungan anggaran yang memadai, desa-desa ini bisa kehilangan daya saingnya. “Jika pendampingan berkurang, desa-desa ini akan kesulitan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perekonomiannya,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan bahwa pemotongan anggaran seharusnya tidak dilakukan pada sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat kecil, terutama di pedesaan. Ia mendorong pemerintah untuk menemukan solusi yang lebih berpihak pada petani dan desa, seperti memperkuat inovasi lokal, memberikan insentif untuk usaha berbasis desa, serta memastikan alokasi dana yang mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan.
“Pembangunan desa dan pertanian tidak boleh dikorbankan, karena dampaknya akan sangat luas bagi stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia,” pungkasnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0