Foto: Ist
Kelompok nasionalis dan nasionalis kiri yang terhimpun kedalam Partai Demokrasi Indonesia, kelompok nasionalis religius (Islam) yang terhimpun kedalam Partai Persatuan Pembangunan dan Golongan Karya yang menghimpun birokrat dan stakeholder pendukung kekuasaan orde baru dengan konsep nasionalis serta religius (Islam dan Non Islam).
Jika benar Anies dan Cak Imin ini maju yang kemudian didukung oleh Partai Nasdem, PKB dan PKS, maka segmen kelompok ini bisa jadi menghimpun elemen umat Islam secara massive dan disisi lain strategi rezim untuk menjaga kelompok-kelompok ekstrem kanan agar mudah diidentifikasi.
Pada akhirnya politik identitas merupakan perjuangan pengakuan martabat, tidak hanya kelompok Islam saja tetapi kelompok minoritas pun juga demikian. Perlu disadari bersama bahwa dinamisnya politik di Indonesia juga didasari oleh martabat harga diri yang sedang mengalami demokratisasi, karena politik identitas dalam demokrasi liberal sekarang ini sudah mulai menyatu dan muncul dengan bentuk-bentuk identitas kolektif, seperti halnya bangsa dan agama karena individu sering tidak menginginkan pengakuan atas kepribadian mereka, tatapi pengakuan atas kesamaan dengan orang lain.
Jelasnya individu pemilih itu akan berpikir bahwa dirinya sama dengan Anies dan Cak Imin, atau sama dengan Prabowo, atau sama dengan Ganjar?. Ketiga kandidat presiden itu seakan merepresentatifkan individu-individu dengan pilihannya sesuai dengan kesamaan karakter individu calon presiden dan calon
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0