Tim KKN Abmas berhasil mengurangi tingkat kekeruhan air hingga 59 persen dengan penambahan setengah gram koagulan. Foto: ist
Lebih lanjut, Dosen departemen Kimia ITS tersebut menjelaskan, dari hasil koagulan yang dihasilkan tim KKN Abmas berhasil mengurangi tingkat kekeruhan air hingga 59 persen dengan penambahan setengah gram koagulan. Bahkan, tingkat kekeruhan dapat berkurang hingga 68 persen ketika penambahan koagulan ditingkatkan menjadi satu gram.
“Hasilnya tidak jauh berbeda dengan penjernih air komersial lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata Afifah.
Selain hasil penjernihan yang tinggi, salah satu keunggulan produk inovasi yang telah dilakukan oleh Tim KKN Abmas adalah bahan yang digunakan tidak mempunyai unsur klorin (Cl). Hal ini membuat koagulan sangat aman bagi pengguna karena tidak menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, atau kerusakan mata yang sering ditimbulkan oleh klorin. “Sehingga warga dapat menggunakan produk ini dengan aman,” ungkap Afifah.
Afifah menyebutkan, masyarakat Kelurahan Keputih menyambut kegiatan mereka dengan antusias. Demi mendukung keberlangsungan inovasi ke depan, tim KKN Abmas ITS memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menggunakan inovasi mereka. Selain itu, tim KKN juga bekerjasama dengan Kelompok Peduli Lingkungan Keputih yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap keberadaan air dan lingkungan dalam melakukan kegiatannya.
Melalui inovasi ini, tim KKN Abmas berharap agar warga Keputih mampu memproses air limbah kaleng rumah tangga yang sebelumnya hanya dibuang langsung ke saluran air menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kegiatan rumah tangga. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan,”
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0