Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto: ist
Namun demikian, Guru Besar Ilmu Sosiologi ini tidak membatasi sumber bacaan kader Muhammadiyah. Tidak perlu serba anti dengan yang lain, tapi memandang semua itu dalam bingkai moderat yang diajarkan oleh Muhammadiyah.
Muhammadiyah sudah dikenal sebagai organisasi yang berpikiran maju sejak lama. Maka dalam merespon perubahan – terutama tantangan dari Barat, tidak boleh menanggapinya secara konservatif, sebab itu tidak sesuai dengan jati diri.
“Ini yang terjadi sekarang, gerakan-gerakan keagamaan itu memunculkan sektarian respon dari pada yang moderat, bahkan ada yang mengambil jalan ekstrim, karena serba liberal – sekuler, lalu larinya yang serba konservatif,” ungkapnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0