Jim Lomen Sihombing. Foto: Ist
"Poinnya kan ada apa di ITF, siapa yang kukuh ingin ITF jadi, ada kepentingan bisnis dan kepentingan politik siapa? apa benar konsultan Finlandia mundur? bagaimana tanggung jawab Jakpro, dan kenapa DPRD kok ngotot mau angket? pertanyaan pertanyaan ini wajar kalau kemudian muncul dan butuh jawaban, agar publik faham. Disini mestinya BPKP juga bicara," tegasnya.
Jim Lomen juga mengaku heran dengan tingkah laku Anggota DPRD DKI Jakarta yang ngotot ingin menggulirkan hak angket atas pembatalan pembangunan pengolahan sampah teknologi intermediate treatment facility (ITF) di Jakarta.
Menurutnya, hak angket dewan patut diduga kental dengan muatan politik untuk menghambat penuntasan masalah sampah yang sedang dikebut Pemprov DKI Jakarta, melalui teknologi yang ekonomis dan ramah lingkungan yakni Refuse Derived Fuel (RDF).
"Giliran ada solusi sampah kok malah dihalangi pake angket, ada apa anggota DPRD yang terhormat ini? Jangan dikit-dikit angket lah, pake komparasi dulu lah mana lebih pas, yang lebih logis, lebih hemat ITF atau RDF. Harusnya begitu dong, ini Jakarta masa kalah sama Surakarta," ungkapnya.
Dia menyebutkan, saat ini sudah banyak contoh daerah yang lebih cepat dalam penanganan sampah menggunakan teknologi RDF. Terlebih, RDF bisa menghasilkan sumber energi baru listrik yaitu briket dan pellet.
Ia menilai hal itu pun akan membantu PLN dalam hal pemanfaatan energi PLTU karena RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil.
"NTB, Bali, Surakarta, Bogor mereka pintar tangkap peluang olah sampah
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0