Sejumlah wilayah di Kalbar masih terendam banjir. Foto: Humas BNPB
KOSADATA — banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Minggu (26/1) masih menggenangi pemukiman warga, memaksa ribuan orang mengungsi. Di Kabupaten Mempawah, banjir disebabkan oleh hujan intensitas tinggi, naiknya pasang air laut (rob), serta limpasan air dari banjir di Kabupaten Landak. Genangan air setinggi 50-100 sentimeter telah merendam 14 desa di lima kecamatan, yakni Mempawah Timur, Toho, Sungai Pinyuh, Sadaniang, dan Mempawah Hilir.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebanyak 20.549 jiwa terdampak, dengan 500 di antaranya mengungsi.
“banjir ini menggenangi banyak pemukiman warga dan menyebabkan kerugian yang signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan secepat mungkin,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).
Sebanyak 5.537 unit rumah juga terendam. Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana banjir dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Mempawah Nomor 300.2/28/BPBD/2025 yang diterbitkan pada 24 Januari 2025.
Upaya evakuasi dilakukan untuk menyelamatkan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, balita, dan warga sakit. BPBD Kabupaten Mempawah juga telah menyalurkan bantuan logistik, mendirikan dapur umum, dan menyiagakan sarana evakuasi seperti perahu karet.
“Kami fokus pada evakuasi warga yang paling rentan, termasuk mereka yang sakit dan lanjut usia, untuk memastikan keselamatan mereka,” kata Kepala BPBD Kabupaten Mempawah.
Selain itu, posko kesehatan dan layanan medis keliling turut disediakan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0