Lebih lanjut dia menyarankan agar pergi ke masjid/musala dengan berjalan kaki. Selain itu, masjid dan musala disarankan untuk mengatur minimal pencahayaan dan penggunaan pengeras suara agar tidak mengganggu pelaksanaan prosesi Nyepi.
“Nanti kan Tarawih perdana mau tidak mau malam hari. Kita tetap harus bisa menghormati, kan gelap, mungkin menggunakan pencahayaan yang tidak menyorot ke luar,"ujarnya.Â
Menurutnya hal yang sama, juga pernah terjadi dimana perayaan Hari Raya Nyepi bertepatan dengan Salat Jumat. Maka waktu itu, MUI dan Kemenag mengimbau agar menjangkau masjjd atau Musala terdekat.
“Pas Jumat (dulu) kita tetap melaksanakan Salat Jumat, namun seperti imbauan MUI dan Kementerian Agama, kita jalan kaki ke tempat yang bisa ditempuh dan tidak menggunakan suara kencang,†katanya.
Dengan demikian Saffaruddin berharap agar ada pendataan masjid dan musala yang menyelenggarakan salat berjamaah pada Hari Suci Nyepi. Hal ini agar dapat dipantau dan berjalan dengan penuh kedamaian dan penghargaan kepada agama lain.
"Kepada pemerintah daerah juga kami harap bisa tetap solid, memberikan peluang, (pemeluk) Hindu bisa Nyepi dengan tenang dan Muslim bisa diberikan keleluasaan beribadah," tuturnya. (***)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0