Akademisi UGM: WFH Berkontribusi untuk Perbaikan Kualitas Udara Jakarta

Widihastuti Ayu
Sep 13, 2023

Akademisi UGM menyebutkan kebijakan WFH berkontribusi signifikan atas membaiknya kualitas udara di Jakarta. Foto: kosadata.com

KOSADATA - Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengungkapkan, kebijakan Work From Home (WFH) sejak hari pertama saat penyelenggaraan KTT ASEAN kemarin langsung berpengaruh signifikan terhadap membaiknya kualitas udara di Jakarta.

 

"Pengurangan kendaraan bermotor akibat WFH saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN membuat udara Jakarta langsung lebih bersih," ujar Fahmy Radhi kepada wartawan, Rabu (13/9/2023). 

 

Dari data yang dia dapatkan, pada 4 September kemarin, indeks kualitas udara menjadi kategori sedang dengan level 99 dari sebelumnya menyentuh level 157 masuk kategori tidak sehat. Menurutnya, sektor transportasi menjadi penyumbang polutan tertinggi di Jakarta. 

 

Sesuai dengan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sektor transportasi menyumbang lebih dari 42 persen polutan di Jakarta. Selanjutnya, disusul sektor industri dan manufaktur.

 

"Untuk sektor manufaktur, masih banyak pabrik milik swasta yang berada di Jakarta dan sekitarnya yang menghasilkan asap saat beroperasi. Dan rata-rata mereka tidak mempunyai alat khusus untuk menyerap debu emisi yang dihasilkan," dosen sekolah vokasi UGM itu.

 

Untuk itu, pihaknya meyakini tudingan yang menyebutkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai sumber polusi di Jakarta menjadi tidak terbukti. Terlebih, PLTU Suralaya telah dipadamkan hingga sebesar 1.600 MW sejak 29 Agustus 2023. 

 

"Seperti yang kita ketahui PLTU Suralaya sudah dipadamkan sebesar 1.600 MW sejak 29 Agustus 2023, tetapi tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas udara di Jakarta seminggu terakhir," ungkapnya. 

 

Sebelumnya, Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, Heru


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0