KOSADATA - Berdasarkan outlook penyerapan solar tahun 2023 diperkirakan konsumsi BBM jenis solar akan mengalami kenaikan dari 17 juta kiloliter menjadi 18.35 juta liter. Hal ini terjadi karena aktifitas ekonomi masyarakat mulai bergerak pasca-pandemi Covid-19 yang terjadi hingga tiga tahun.
Menanggapi terjadinya peningkatan konsumsi tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta Pemerintah menyesuaikan besaran subsidi BBM jenis solar untuk tahun anggaran 2023 dan tahun 2024.
Tujuannya agar harga dan ketersediaan solar stabil. Sehingga aktivitas ekonomi nasyarakat yang mulai bergerak ini dapat terus berkembang.
"Pemulihan ekonomi pasca pandemi baru mulai bergerak dan ekonomi masyarakat belum berjalan normal. Karena itu masyarakat masih membutuhkan dukungan Pemerintah berupa subsidi harga-harga kebutuhan energi," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2023).
Mulyanto menambahkan sebagian besar konsumsi solar ini untuk keperluan distribusi barang dan jasa transportasi. Sehingga bila harga solar stabil akan membuat harga barang lebih terjangkau karena biaya distribusinya tidak terlampau besar.
Oleh karena itu Mulyanto minta Pemerintah menjaga besaran subsidi solar agar tetap aman. Jangan sampai alokasi subsidi solar ini berkurang atau dialihkan untuk keperluan lain yang tidak penting.
Sebelumnya diketahui Pertamina maupun Kementeriaan ESDM memprediksi outlook penyerapan solar di tahun 2023 sebesar 18.35 juta kiloliter. Artinya perlu ada penambahan kuota sebesar 1.35 juta kiloliter agar kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun 2023 tercukupi. Begitu juga kuota solar untuk tahun 2024.
"Ini kan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0