Potret Getir Kehidupan Warga di Tepi TPA Sumur Batu

Abdillah Balfast
May 01, 2025

potret TPA Sumur Batu

RATAS - Tak ada lagi pembatas antara zona TPA Sumur Batu dengan permukiman warga RT 01/03, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Batas yang dulu jelas kini lenyap, membiarkan gunung sampah semakin mendekat ke rumah-rumah penduduk.

"Silahkan duduk," sambut Musa, seorang warga yang tinggal di RT 01/03, saat tim Forum Jurnalis Penggiat Lingkungan (FJPL) mengunjungi rumahnya yang berbatasan langsung dengan TPA pada Minggu, 27 April 2025.

Dari bangku teras rumahnya, pemandangan mencekam terpampang nyata—bukit sampah menggunung bukan lagi di kejauhan, tetapi tepat di halaman depan. "Parah. Lalat banyak, bau sampahnya menyengat, dan air lindinya sampai ke teras rumah kami," keluh Musa dengan wajah lelah.

Tim FJPL menyaksikan langsung kondisi mengenaskan ini. TPA dan permukiman warga kini praktis tanpa pemisah, membuat sampah dan segala dampaknya langsung menyerang kehidupan sehari-hari penduduk. 

Lalat-lalat beterbangan di mana-mana, tak kenal ampun. Mereka hinggap di daun-daun tanaman yang masih ditanam Musa di pekarangannya. Jangankan makanan atau minuman yang disajikan, daun-daun pun menjadi santapan gerombolan lalat yang tak pernah berhenti berdatangan.

Di seberang rumah Musa, berjejer gubuk-gubuk pemulung. Para penghuninya bekerja sepanjang hari memilah sampah yang dibuang secara ilegal ke zona 3 dan 4 TPA. "Ilegal" di sini bukan berarti truk-truk sampah tidak membayar, melainkan pembayarannya tidak masuk ke dalam retribusi resmi Pemerintah Kota Bekasi. Diduga kuat menjadi permainan dan "bancakan" oknum di lingkaran UPTD TPA Sumur Batu.

Related Post

Post a Comment

Comments 0