Koordinator FJB, Muzani Syukur: Ist
Oleh: Muzani Syukur
Koordinator Forum Jakarta Baru
KOSADATA - Habis gelap terbitlah terang. Mungkin jika terang cahayanya akan memudar, masih adakah di era yang katanya Globalisasi ini, mengaplikasikan sosok sang pahlawan Kartini dalam kehidupan sehari-harinya? Pertanyaan yang muncul di benak kita sekarang ini adalah.
Apakah Kaum muda sekarang masih mengidolakan kartini? Jawabannya hanya ada di masing-masing tiap-tiap individu.Mungkin jawabannya setiap individu berbeda. Dimana sebagian dari mereka ada yang melupakan, mengingat bahkan mungkin juga tak mengenal sosoknya.
Padahal Kartini adalah sosok wanita yang patut menjadi tauladan, dimana setiap tingkah lakunya adalah cerminan diri Kaum muda Indonesia yang fleksibel dan dinamis, dimana ia memperjuangkan emansipasi wanita dan juga Kaum muda. Tetapi tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita, menjadikan wanita Indonesia lebih di hargai oleh kaum lelaki.
Namun sekarang pada kenyataannya untuk apakah perayaan Hari Kartini, simbolisasikah atau hanya mengenangkankah? Bila setiap tanggal 21 April dirayakan tanpa di ketahui makna yang sebenarnya, perayaan kartini lantas masih di anggapkah sosok kartini dalam pribadi setiap generasi muda.
Kini aplikasi kehidupan sosok Kartini sangat penting dilakukan, mengingat sudah mulai memudarnya kepribadian atau ciri khas wanita Indonesia. Perayaan kartini bukan hanya upacara memakai kebaya, sanggul dan batik namun lebih dari itu kita bisa maengaplikasikan sosoknya dalam kehidupan sehari–hari. Jika ini dilakukan akan membentuk karakter Kaum muda Indonesia yang khas dan berbeda dari Kaum muda di negeri lain.
Kita sebagai generasi muda yang selalu digadang gadang menjadi penerus
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0