Ilustrasi: pixabay/aditiotantra
Oleh: Iden Wildensyah
Praktisi pendidikan
“When a flower doesn’t bloom, you fix the environment in which it grows, not the flower.” Alexander Den Heijer
Saya suka dengan kutipan di atas. Senada dengan ungkapan bahwa lingkungan membentuk dirimu, lingkungan bisa membangun hal baik tapi lingkungan juga bisa membangun hal tidak baik. Jika berada di lingkungan baik maka pertahankan. Sebaliknya jika merasa berada di lingkungan yang tidak baik, cepat-cepatlah berubah.
Berubah bisa dalam berbagai macam bentuknya. Bisa mengubah lingkungan tersebut, mengubahnya diri kita, atau pergi dari sana kemudian cari lingkungan baru.
Dalam konteks pendidikan, baik itu pengasuhan di rumah maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah, lingkungan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Karena lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk seorang manusia pembelajar.
Selama masa kanak-kanak, pendidikan rumah adalah pondasi sebelum anak mendapatkan pengaruh belajar dari luar. Semakin baik ritme di dalam keluarga, semakin baik dalam diri anak untuk bisa belajar di luar lingkungan rumahnya. Dari ritme ini hubungannya menjadi banyak dan saling terkait. Misalnya ritme makan anak, jenis makanannya seperti apa, saat makannya bagaimana, dan detail-detail lainnya yang terhubung dari urusan makan. Misalnya kebiasaan makan yang terlalu banyak gula bisa mempengaruhi kesehatan anak. Atau saat anak makan selalu dibiasakan menonton televisi maka anak tidak akan mengunyah dengan baik semua makanan yang masuk mulutnya.
Ritme selanjutnya adalah jam tidur. Pembiasan waktu tidur yang baik akan mempengaruhi kegiatan belajar anak baik
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0