KH. Abdullah Gymnastiar, Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid. Foto: ist
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar
Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid
Sahabat, kesalahan kita ada dua, yaitu kesalahan terlalu fokus pada kesalahan orang lain dan lalai dan lupa kesalahan oranh lain.
Sesungguhnya siapa yang paling membahayakan diri kita? Yang membahayakan diri kita adah diri kita sendiri. Kenapa kita tidak bahagia? Mengapa kita tidak tenang? Kira-kira apa penyebabnya?
Maka kita jawab dengan sebuah perumpamaan. Di sebelah kiri ada ular berbisa, tapi tidak kelihatan, dan di sebelah kanan ada makanan yang kita sukai? Kira-kira informasi mana yang lebih penting dari kedua tersebut? Apakah ular berbisa yang bahaya kita atau makanan yang kita sukai yang membuat kita kenyang?
Pasti kita lebih membutuhkan informasi yang membahayakan bagi diri kita. Namun, pada faktanya kita banyak tidak memikirkan bahaya dari sebuah perbuatan kita. Karena kita terlalu sibuk dengan keinginan kita.
Sekarang pertanyaannya ialah siapa sebenarnya yang bisa membahayakan kita? Orang lain atau diri kita sendiri? Mana yang membahayakan kita, tetangga atau dosa-dosa yang kita lakukan? Jadi intinya adalah perbuatan kita adalah sesuatu yang sangat membahayakan bagi kita, kalau kita tidak bisa mengendalikan diri.
Dalam Surah Al-Isra Ayat 7 Alloh Ta’ala berfrman:
In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa lahaa.
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untukmu dirimu sendiri”
Setiap keburukan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita. Diibaratkan suara teriakan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0