Akan tetapi di sisi lain terkait solidaritas dan sensitivitas tadi, masih banyak orang yang hidup glamor dalam arti tidak berdasarkan kebutuhan yang wajar, menghambur-hamburkan uang, makanan dan menumpuk berbagai hal sehingga tidak solider dengan yang berkekurangan. Sementara itu yang hidup pas-pas an di kota besar berurusan dengan problem ekonomi yang keras dan berdampak pada kesehatan yang menurun.
Bagi saya, jika mau Stunting turun, naikkanlah ekonomi rakyat. Jika mau Stunting turun, adillah terhadap sesama. Jika mau Stunting turun, jadilah solider dan sensitif. Bagaimana Indonesia mencari jalan-jalan baru untuk lebih menyejahterakan rakyat secara finansial dan sosial kiranya berdampak besar pada pengingkatan kualitas hidup yang pada gilirannya menurunkan prevalensi Stunting nasional.
Semua elemen berupaya untuk menurunkan angka Stunting ini dan menaikkan kualitas hidup. Tak terkecuali Pemprov DKI Jakarta. Jakarta menjadi episentrum pengentasan Stunting dengan menyediakan infrastruktur dan mengerahkan lembaga-lembaga untuk menyelesaikan Stunting ini. Berawal dari pembersihan sungai dan lingkungan secara massif, hendak diciptakan Jakarta yang sehat dan tidak kumuh.
Lingkungan kumuh rentan terhadap berbagai macam penyakit dan tentunya berbahaya untuk anak-anak beserta tumbuh kembangnya. Maka Gubernur Heru Budi Hartono menginisiasi penyediaan air bersih yang lebih luas lagi jangkauannya, sanitasi lingkungan yang semakin baik dan bersih,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0