Jakarta Responsif terkait Stunting

Ichsan Sundawani
Jul 24, 2023

pengamat kebijakan publik, saya melihat bahwa selain mentalitas bangsa yang harus lebih solider dan sensitif terhadap keprihatinan bersama, langkah praktis berlandaskan keadilan sosial urgen untuk diterapkan. Sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kiranya masih jauh dari implementasi riilnya. Di satu sisi semakin banyak orang hidup sejahtera dan itu tidak keliru, bahkan harus. 

 

Akan tetapi di sisi lain terkait solidaritas dan sensitivitas tadi, masih banyak orang yang hidup glamor dalam arti tidak berdasarkan kebutuhan yang wajar, menghambur-hamburkan uang, makanan dan menumpuk berbagai hal sehingga tidak solider dengan yang berkekurangan. Sementara itu yang hidup pas-pas an di kota besar berurusan dengan problem ekonomi yang keras dan berdampak pada kesehatan yang menurun. 

 

Bagi saya, jika mau Stunting turun, naikkanlah ekonomi rakyat. Jika mau Stunting turun, adillah terhadap sesama. Jika mau Stunting turun, jadilah solider dan sensitif. Bagaimana Indonesia mencari jalan-jalan baru untuk lebih menyejahterakan rakyat secara finansial dan sosial kiranya berdampak besar pada pengingkatan kualitas hidup yang pada gilirannya menurunkan prevalensi Stunting nasional. 

 

Semua elemen berupaya untuk menurunkan angka Stunting ini dan menaikkan kualitas hidup. Tak terkecuali Pemprov DKI Jakarta. Jakarta menjadi episentrum pengentasan Stunting dengan menyediakan infrastruktur dan mengerahkan lembaga-lembaga untuk menyelesaikan Stunting ini. Berawal dari pembersihan sungai dan lingkungan secara massif, hendak diciptakan Jakarta yang sehat dan tidak kumuh. 

 

Lingkungan kumuh rentan terhadap berbagai macam penyakit dan tentunya berbahaya untuk anak-anak beserta tumbuh kembangnya. Maka Gubernur Heru Budi Hartono menginisiasi penyediaan air bersih yang lebih luas lagi jangkauannya, sanitasi lingkungan yang semakin baik dan bersih,


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0