Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,18%, Pemprov Gaspol Kembangkan Halal Hub Global

Ida Farida
Aug 15, 2025

Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Mochamad Abbas. Foto: dok. DPMPTSP Jakarta

KOSADATA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan laju perekonomian ibu kota berada di jalur positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II-2025 tercatat 5,18 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.

Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Mochamad Abbas, menyebut sektor perdagangan besar dan eceran, jasa keuangan, serta industri pengolahan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan. 

“Yang paling utama adalah konsumsi rumah tangga, didorong oleh daya beli masyarakat yang tinggi,” ujar Abbas dalam keterangannya, Jum'at, 15 Agustus 2025.

Sebagai pusat magnet ekonomi nasional, Jakarta menyumbang 16,61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada periode tersebut. Pemprov DKI menargetkan penguatan fondasi ekonomi melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang menekankan keadilan, transparansi, dan keterkaitan dengan sektor riil.

Abbas menuturkan, kebijakan itu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 yang memuat tiga pilar utama: penguatan alternatif pendanaan, mendorong sektor produktif skala mikro hingga menengah, serta menciptakan ekosistem ekonomi kondusif. 

“Ekonomi dan keuangan syariah kini menjadi salah satu pilar penting ekonomi Jakarta,” katanya.

Menurut Abbas, terdapat delapan klaster utama ekonomi syariah, di antaranya kuliner halal (60 persen), ekonomi kreatif syariah (13,4 persen), dan pariwisata ramah muslim (6,11 persen). 

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem, Pemprov DKI membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan tengah menyusun peta jalan sebagai pedoman strategis.

Peta jalan itu dibagi tiga fase. Tahap pertama (2025–2026) fokus

Related Post

Post a Comment

Comments 0