BPJPH diminta bangun laboratoirum halal di korsel. Foto: ist
KOSADATA-Korea Muslim Federation (KMF) tengah menjadi sorotan tajam usai beredarnya temuan camilan asal Korea Selatan yang telah bersertifikat halal namun mengandung unsur daging babi.
Pakar halal Indonesia, Ustadz Mulyadi, menyebut insiden ini mencoreng kredibilitas sertifikasi halal dan mencederai kepercayaan umat Islam di Indonesia.
“Ini kelalaian serius. KMF diduga tidak melakukan analisis komponen secara menyeluruh atau bahkan tidak melakukannya sama sekali,” ujar Mulyadi dalam keterangannya, Kamis, 22 Mei 2025.
KMF diketahui menjadi lembaga yang paling banyak mengeluarkan sertifikasi halal untuk produk makanan ringan asal Negeri Ginseng. Namun, insiden ini membuat masyarakat muslim di Indonesia bereaksi keras.
Di berbagai platform media sosial, tagar terkait KMF dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ( BPJPH ) ramai diperbincangkan, berisi kecaman dan desakan pencabutan izin.
Mulyadi meminta BPJPH bersikap tegas dan mengevaluasi ulang keabsahan lembaga sertifikasi luar negeri.
“BPJPH harus menunjuk laboratorium khusus di Korea Selatan untuk memastikan semua produk yang ingin mendapatkan sertifikat halal menjalani uji komponen yang ketat,” ucapnya.
Ia juga menyarankan agar BPJPH mencabut akreditasi KMF sebagai mitra sertifikasi halal Indonesia.
“Kalau terus seperti ini, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap sistem sertifikasi halal kita,” imbuhnya.
Saat ini, terdapat empat lembaga di Korea Selatan yang telah mendapat akreditasi dari BPJPH, yakni KMF, KHA, BIC Halal Korea, dan KTC. Mulyadi menilai perlu ada
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0