KOSADATA - Bakal Calon Presiden 2024, Anies Baswedan akhirnya buka suara atas ramainya pemberitaan Perjanjian Hutang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 antara dirinya dengan Sandiaga Uno. Menurutnya, perjanjian itu ada dan ditandatanganinya langsung.
Namun, Anies memastikan hutang itu bukan dari Sandiaga Uno, melainkan dari pihak ketiga. Diakuinya, pada masa kampanye banyak yang memberikan sumbangan.
"Siapa penjaminnya? Yang menjamin adalah pak Sandi. Jadi, uangnya bukan dari pak Sandi. Jadi ada pihak ketiga yang mendukung. Saya yang menyatakan, ada suratnya, surat pernyataan hutang," ujar Anies dalam 1tayangan Youtube Merry Riana, dikutip Sabtu (11/2/2023).
Menurutnya, pemberi dukungan itu meminta hal itu dicatat sebagai hutang. Untuk itu, Anies juga mengeluarkan surat pernyataan hutang yang ditandatangani langsung untuk dukungan untuk sebuah kampanye, untuk perubahan, untuk kebaikan.
"Bila ini berhasil, maka itu dicatat sebagai dukungan. Bila kita tidak berhasil dalam pilkada, maka itu menjadi hutang yang harus dikembalikan," katanya.
Usai diungkap Erwin Aksa, kini beredar dokumen surat perjanjian utang Anies Baswedan untuk keperluan pembiayaan kampanye Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.
Isi dokumen itu ada tujuh poin kesepakatan. Pada kesepakatan nomor 7 tertulis, "Dalam hal Saya dan Bapak Sandiaga S. Uno berhasil terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017, maka Bapak Sandiaga S. Uno berjanji untuk menghapuskan Dana Pinjaman I, II dan III serta membebaskan Saya dari kewajiban untuk membayar
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0