KOSADATA - BKSDA Bali bersama Polres Jembrana Bali melepasliarkan 18 Penyu Hijau (Chelonia mydas) yang terdiri dari satu jantan dan 17 betina di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (18/5).
Penyu-penyu tersebut merupakan hasil sitaan kejahatan penyelundupan satwa dilindungi yang berhasil diungkap oleh Polres Jembrana pada 16 Mei 2023.
Tindak pidana ini melanggar pasal 21 ayat 1 Undang-undang Nomor 5 Tahuun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE).Â
Kepala BKSDA Bali R. Agus Budi Santosa menjelaskan pelepasliaran 18 Penyu Hijau ini murni mempertimbangkan factor Kesejahteraan Satwa (Animal Welfare) agar tidak terlalu lama berada di tempat penampungan karena tempat terbaiknya adalah di alam liar.
Secara administrasi Penyidikan Tindak Pidana, hal ini telah dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan penyidik Polres Jembrana, sehingga tidak mengganggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Polres Jembrana.
"Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan semuanya dinyatakan sehat, dan telah dilakukan penandaan atau tagging untuk memantau keberadaan penyu-penyu ini selanjutnya," katanya.
Sebelumnya, pada pengungkapan kasus ini berhasil diamankan dua orang tersangka berinisial HMT (50 tahun) dan SK (23 tahun). Kedua Warga Kab. Jembrana ini ditangkap bersama barang bukti sebanyak 18 ekor Penyu Hijau dalam keadaan hidup dengan berbagai ukuran.
"Kepada seluruh masyarakat, dihimbau agar tidak lagi melanggar hukum dengan memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa penyu dalam bentuk apa pun juga,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0